News Update :

Informasi Populer

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Toga Wisuda DAUR ULANG

Informasi Kegiatan Kampus dari @InfoKampusKU

Diskusi Publik “Galau UKT” Pernyataan Sikap dari Perwakilan BEM Fakultas dan BEM KM UNY

Senin, 22 April 2013

(16/4) Yogyakarta – Diskusi Publik antara Mahasiswa dan pihak birokrasi kampus yang diwakili oleh bapak Dr.Moch Alip, M.A selaku Wakil Rektor 2 Universitas Negeri Yogyakarta dilaksanakan. Diskusi kali ini membahas mengenai Uang Kuliah Tuggal (UKT). Ini kali keduanya Diskusi mengenai UKT dilaksanakan di UNY, yang sebelumnya di adakan pada 27 Maret 2013. Uang Kuliah Tunggal (UKT) adalah sistem pembayaran perkuliahan baru yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan dan di kritisi oleh berbagai kalangan. UKT adalah sistem pembayaran akademik dimana mahasiswa membayar biaya satuan pendidikan yang flat (sama besar) dari semester 1 sampai semeter 8 tanpa adanya lagi uang pangkal yang besarnya bervariasi seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasa disebut dengan Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) di semua jurusan universitas di Indonesia.
Pada Diskusi Publik ke dua ini mengangkat tema “Galau UKT”. Pembicara yang di hadirkan dalam Diskusi kai ini adalah bapak Dr.Moch Alip, M.A selaku Wakil Rektor 2, Bima Yudistira direktur sharia economic UGM, dan Wahyudi Iman Satria selaku Ketua BEM KM UNY 2013. WR 2 Mengatakan bahwa penghitungan besaran UKT itu merujuk pada unit cost setiap mahasiswa. Unit cost itu didapat dari biaya langsung (BL) dan biaya tidak langsung (BTL) perkuliahan. Komponen biaya langsung diantaranya adalah gaji dosen, bahan habis pakai untuk pembelajaran, dan sarana prasarana pembelajaran langsung. Biaya tidak langsung ini dihitung berdasarkan aktifitas langsung per-mahasiswa di setiap semester. Sementara biaya tidak langsung diantaranya adalah biaya personel manajerial dan non dosen lainnya. Selain itu untuk sarana prasarana non pembelajaran, serta kegiatan pengembangan institusi. Unit cost komponen biaya tidak langsung ini dihitung secara proporsional berdasarkan jumlah mahasiswa sarjana per program studi. Dengan UKT, mahasiswa baru tidak akan ditarik dana apapun. Maba tinggal membayar uang kuliah per semester. Dengan besaran variatif, yakni Rp2,6 juta per semester untuk kelompok IPS, ekonomi dan bahasa, Rp3 juta per semester untuk MIPA, olahraga dan seni serta Rp3,5 juta per semester untuk kelompok teknik.
Dalam kesempatan ini pula dinyatakan bahwa jika UNY meaksanakan sistem UKT ini, UNY akan mengalami kerugian dalam kurun waktu 4 tahun. Dan untuk menutupi kerugian itu, UNY di perbolehkan dan menggunakan unit-unit usaha mandiri yang sudah di dirikan, seperti Hotel UNY, UNY Auto care, dan sebagainya. Selain menggunakan dana dari unit usaha tersebut, UNY juga akan mendapatkan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Bima, direktur sharia economic UGM yang juga sebagai pembicara pada diskusi publik kali ini menyatakan bahwa di UGM pada tahun 2012 kemarin juga mendaatkan dana BOPTN tersebut, akan tetapi pengajuan yang di ajukan pada akhit tahun 2011 baru bisa cair pada saat caturwulan ke tiga dalam tahun 2012. Bayangkan jika UKT sudah di terapkan dan dana BOPTN tidak lancar, apakah bisa dijamin tidak akan ada pungutan-pungutan liar lain di luar biaya per-semester yang di bebankan kepada mahasiswa?

Buruknya sistem UKT
            “Tidak ada anak pintar miskin yang tidak bisa kuliah” pemaparan dari bapak Dr. Moch Alip, M.A.. Mari kita sedikit beranalogi dari kata-kata ini. Benarkah kata-kata itu sudah di aplikasikan di seluruh penjuru nusantara ini? Belum pastinya.
            Menanggapi kata-kata tersebut, kita perlu sedikit beranalogi. Sungguh mulianya maksud dan tujuan dari pelaksanaan dari sistem UKT ini. Namun, bagaimana jika ada anak yang tidak begitu pintar bahkan tidak pintar tapi miskin? Apakah hak mereka untuk mendapat pendidikan yang lebih tinggi tidak diakomodir? Mari sedikit berhitung dengan rata-rata Upah Minimum Kabupaten (UMK) di DIY. Rata-rata UMK di DIY adalah 1 Juta Rupiah. Tidak sedikit pula masyarakat yang memiliki penghasilan di bawah UMK. Dalam satu semester (6 bulan) penghasilan mereka 6 Juta Rupiah. Umpamakan keluarga tersebut mempunyai anak yang tidak begitu pintar dan berkuliah di Fakultas Teknik yang memerlukan biaya praktek tinggi dimana menurut biaya UKT di teknik menghabiskan biaya 3,5 Juta Rupiah. Berarti dalam 6 bulan Keluarga tersebut hanya memiliki penghasilan sebesar 2,5 Juta Rupiah yang mana tiap bulannya hanya memiliki penghasilan sekitar 416 Ribu Rupiah. Padahal jika tidak ada sistem UKT ini mahasiswa Reguler subsidi dari pemerintah itu rata-rata membayar 1 Juta Rupiah tiap semester.
Membahas mengenai kapasitas mahasiswa, individu-individu mahasiswa itu pasti memiliki daya serap dan kemampuan menangkap materi yang berbeda-beda. Namun di era sekarang ini, Mahasiswa di tuntut untuk menyelesaikan masa studinya secepat-cepatnya (4 tahun masa studi) dan juga harus tetap berprestasi dalam bidang organisasi, penalaran, seni, wirausaha, ataupun kemasyarakatan. Terkait dengan waktu, UNY sangat menginginkan mahasiswanya lulus dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal tersebut secara tidak langsung akan memberikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa yang ingin mengkatualiasikan dirinya. Mereka akan berpikir daripada mengorbankan waktu kuliah untuk organisasi yang beresiko terhadap lamanya waktu dan besarnya biaya, mereka akan lebih memilih kuliah saja agar dapat lulus tepat waktu. Hal ini akan mengerdilkan idealisme mahasiswa, padahal di kampus inilah idealisme itu dibangun dan dikokohkan.
            Bima, salah satu pembicara dalam diskusi publik kali ini mengatakan bahwa gerakan mahasiswa kini harus mempunyai ciri dan cara yang berbeda dengan gerakan mahasiswa tahun 68an. Jika gerakan mahasiswa ditahun-tahun sebelumnya yang terbiasa demo dalam menyampaikan pendapat. Kita bisa melakukannya dengan cara akademis, semisal dalam hal menyampaikan pendapat, solusi atau tawaran gagasan terhadap kebijakan yang terjadi melalui media masa semisal koran. Namun, tidak menutup diri bahwa demostrasi adakalanya juga perlu dilakukan.
Sikap dari Perwakilan BEM Fakultas dan BEM KM UNY
            Dari berbagai kajian yang telah dilakukan, ternyata UKT tidak hanya   berdampak bagi mahasiswa, akan tetapi bagi lembaga, dan masyarakat secara umum, maka BEM KM dan BEM Fakultas UNY Menolak adanya UKT dengan berbagai pertimbangan :
  1. Persiapan penerapan UKT belum matang. Hal tersebut pun diakui oleh jajaran UNY bahwa belum bisa menjawab secara rinci mengenai kebijakan UKT yang akan diberlakukan tahun mendatang bagi mahasiswa baru angkatan 2013/2014. Apabila pemerintah memang berniat baik agar pendidikan dapat dinikmati oleh semua warga negara, maka menghapus uang pangkal yang dinilai memberatkan masyarakat dan tetap ada subsidi silang dari golongan ekonomi kuat kepada golongan ekonomi lemah untuk menyokong pembiayaan di perguruan tinggi.
  2. UKT ini ingin pendidikan dapat dirasakan oleh semua warga negara, agar orang miskin yang pintar dapat menikmati bangku perguruan tinggi. lalu bagaimana dengan warga negara yang belum pintar dan ia ingin pintar padahal tidak ada biaya? Bukankah tugas negara untuk mencerdaskan bangsa sesuai dengan amanat UUD 1945? Jika pendidikan disamaratakan dan subsidi silang ditiadakan, maka tak masalah bagi golongan ekonomi kuat karena pembiayaan berkurang, namun sebaliknya akan sangat memberatkan bagi golongan ekonomi lemah. Karena selain harus mencukupi kebutuhan sehari-hari, mereka pun harus menyiapkan dana untuk biaya sekolah putra-putrinya yang semakin tinggi.
  3. Dispasritas nominal UKT dan non UKT ternyata tetap lebih mahal UKT dengan asumsi uang pangkal terendah di UNY. Jika kemudian muncul adanya opsi UKT berjenjang, bagaimana menentukan siapa yang berhak mendapatkan besaran biaya sesuai dengan jenjang-jenjang tersebut?
  4. Ketidak konsekuenan pemerintah dalam mengalokasikan dana BOPTN, dilihat dari realita sistem pengajuan, pencairan dan pelaporan pada tahun 2012 lalu.
  5. Permohonan Sosialisasi secara menyeluruh pada masyarakat umum mengenai sistem pembayaran UKT secara mendetail dan terbuka.
  6. Permohonan Transparansi dana yang jelas dalam perhitungan unit cost yang bisa memunculkan angka-angka pembayaran di tiap-tiap kelompok studi.
sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/04/22/diskusi-publik-galau-ukt-pernyataan-sikap-dari-perwakilan-bem-fakultas-dan-bem-km-uny/

Festival Budaya Nusantara 2013 STAN

Minggu, 21 April 2013




Festival Budaya Nusantara 2013

Fesbudnus 2013 merupakan salah satu Festival Budaya terbesar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2013.

Rangkaian Acara:
1. Sang Pemudaya

Kompetisi pemilihan pemuda-pemudi berbudaya 2013.

2. Parade Kuliner Nusantara

Parade kuliner khas berbagai daerah di Indonesia.

3. Foto Budaya

Kompetisi foto bertemakan budaya Indonesia.

4. Peragaan Busana Adat

Peragaan busana adat tiap daerah di Indonesia yang diikuti oleh siswa-siswi TK hingga SD.

5. Malam Puncak

Malam puncak Fesbudnus 2013 berisi penobatan pagelaran terbaik, stand terbaik, serta penganugerahan pemudaya 2013. Serta penampilan dari bintang tamu  Fesbudnus 2013.

Waktu dan Tempat:
Pre-Event (17 Maret 2013) & Main-Event (21 April 2013)
Lapangan A kampus STAN Bintaro, Jakarta.
Info:
twitter: @Fesbudnus2013
Fanpage: Festival Budaya Nusantara 2013 (http://www.facebook.com/fesbudnus2013)
 
fesbudnus 2013 merupakan salah satu Festival Budaya terbesar Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) tahun 2013.
Rangkaian Acara:

1. Sang Pemudaya
Kompetisi pemilihan pemuda-pemudi berbudaya 2013.
2. Parade Kuliner Nusantara
Parade kuliner khas berbagai daerah di Indonesia.
3. Foto Budaya
Kompetisi foto bertemakan budaya Indonesia.
4. Peragaan Busana Adat
Peragaan busana adat tiap daerah di Indonesia yang diikuti oleh siswa-siswi TK hingga SD.
5. Malam Puncak
Malam puncak Fesbudnus 2013 berisi penobatan pagelaran terbaik, stand terbaik, serta penganugerahan pemudaya 2013. Serta penampilan dari bintang tamu  Fesbudnus 2013.
Waktu dan Tempat:
Pre-Event (17 Maret 2013) & Main-Event (21 April 2013)
Lapangan A kampus STAN Bintaro, Jakarta.
Info:
twitter: @Fesbudnus2013
Fanpage: Festival Budaya Nusantara 2013 (http://www.facebook.com/fesbudnus2013)

http://event.yeahmahasiswa.com/post/46934570245/festival-budaya-nusantara-2013-fesbudnus-2013?9f8b7f80

LIPUTAN National Seminar and Career Development Days (NSCD) 2013

Sabtu, 20 April 2013


 
 BEM FE UNTAR – Masih segar di ingatan kita betapa suksesnya acara National Seminar and Career Development Days (NSCD) 2013 yang dimulai Rabu (27/2) lalu dengan tema Your Dream, Your Future. Acara NSCD yang telah diselenggarakan untuk keenam kalinya ini ternyata tetap mendapat sambutan yang luar biasa dari berbagai kalangan.

Rangkaian acara NSCD 2013 dibuka dengan dimulainya Job Fair, yang diresmikan oleh Bapak Kurnia Setiawan, S.Sn., M.Hum.  
selaku Wakil Rektor III Universitas Tarumanagara, dan juga dihadiri oleh Dekan, Pembantu Dekan I, serta segenap pejabat dan staff FE UNTAR lainnya. Job Fair yang diikuti oleh lebih dari 50 perusahaan ternama ini, mendapat sambutan yang positif dari berbagai pihak, baik dari pihak sponsor, mahasiswa, maupun masyarakat luas. Para job seeker yang membanjiri area Hall A dan Hall BC Kampus II Universitas Tarumanagara selama tiga hari ini bukan hanya berasal dari mahasiswa/i ataupun alumni Universitas Tarumanagara itu sendiri, namun juga berasal dari luar Kampus Universitas Tarumanagara, seperti Universitas Indonesia, Universitas Bina Nusantara, dan berbagai universitas-universitas ternama lainnya.
 

 


Setelah Job Fair usai, berlanjut ke rangkaian acara NSCD 2013 berikutnya yaitu Indonesian Business Expo (IBE), yang mengundang para pengusaha muda Indonesia untuk memperlihatkan produk hasil karya mereka sendiri. Beberapa perusahaan yang bergabung, antara lain DAMN i Love Indonesia, Fruchips, Kripang Lezatos, Rivero, OSSO, Wear it And See, Gabriel's Cupcake, dan masih banyak lagi. Ratusan mahasiswa FE UNTAR terus mendatangi booth-booth di IBE. Karena selain acara ini sangat menginspirasi, produk-produk tersebut juga dijual dengan harga yang terjangkau.


Dan yang terakhir tibalah pada puncak acara NSCD 2013, yaitu National Seminar yang diselenggarakan Sabtu (9/3) lalu. Haryanto Kandani berhasil memotivasi dan membangkitkan semangat delapan ratus lebih peserta National Seminar dalam meraih impian mereka. Sesi seminar ini diikuti peserta dengan semangat dan antusias.

Setelah Seminar motivasi dari Haryanto Kandani, sekarang giliran Adi Nugroho yang memandu Ringgo Agus Rahman dan Chef Juna pada sesi Talkshow untuk berbagi cerita sukses dan pengalaman hidup mereka kepada para peserta. Ringgo dan Chef Juna berbagi cerita tentang mimpi dan masa muda mereka serta tips-tips dalam meraih impian. Lelucon-lelucon segar yang dilontarkan oleh Adi, Ringgo, dan Chef Juna selalu mengundang tawa para peserta sehingga membuat sesi ini menjadi lebih menarik, dan tidak membosankan. Special performance dari BEM FE UNTAR juga turut membuat National Seminar NSCD 2013 ini menjadi sebuah acara yang berbeda dari seminar-seminar biasanya.
http://bemfeuntar.com/images/thumbnails/images/stories/nscd2013/ns1-350x233.jpg
 http://bemfeuntar.com/images/thumbnails/images/stories/nscd2013/ns2-350x233.jpg
Akhir kata, seluruh Panitia dan BEM FE UNTAR mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, terutama kepada Pimpinan FE UNTAR, para sponsor, dan para peserta, yang telah turut berpartisipasi dan mendukung acara ini sehingga dapat berjalan dengan sangat baik dan sukses. Semoga acara NSCD ini bisa memberikan banyak manfaat kepada berbagai pihak. (Sumber: Tommy/Pdk)
http://bemfeuntar.com/index.php/news/1-latest-news/75-liputan-national-seminar-and-career-development-days-nscd-2013

Lembaga Dakwah Kampus

Arsip Blog

 

© Copyright aktiviskampus 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.