News Update :

Informasi Populer

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Toga Wisuda DAUR ULANG

Informasi Kegiatan Kampus dari @InfoKampusKU

Sewindu Rumbel BEM UI

Kamis, 01 Maret 2012




Rumah Belajar BEM UI (Rumbel), merupakan salah satu program kerja Departemen Sosial Kemasyarakatan BEM UI 2012 yang bergerak dibidang pendidikan. Dalam pelaksanaannya Rumbel menyediakan akses pendidikan tambahan gratis berupa bimbingan belajar SD, SMP serta program paket B (setara SMP) & paket C (setara SMU) kepada masyarakat. Fokus sasaran kegiatan Rumbel ini adalah menjangkau masyarakat sekitar UI & Depok, untuk memperoleh akses pendidikan tambahan gratis diluar sekolah. Rumbel dilaksanakan setiap hari Sabtu pukul 10:00 – 16:00, di Pusat Kesehatan Mahasiswa (PKM) Lt.2.
Kini Rumah Belajar (Rumbel) BEM UI telah memasuki tahun ke delapan. Bukan waktu yang sebentar dalam membangun dan memberikan sumbangsih kepada masyarakat. Melihat kembali delapan tahun yang lalu ketika Rumbel pertama kali terbentuk, Rumbel hanya menyediakan program penyetaraan paket C yang diperuntukan bagi para cleaning service & office boy UI. Saat itu, kakak-kakak kami di BEM UI berharap jika para cleaning service & office boy UI yang rata-rata hanya tamatan SMP diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya, mungkin mereka akan mampu meningkatkan taraf kehidupan dan kesejahteraan mereka dan generasi setelah mereka.
Seiring berjalannya waktu, Rumbel terus mengalami perkembangan hingga membuka akses pendidikan tambahan gratis kepada masyarakat umum untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMU, serta program kesetaraan paket B. Saat ini Rumbel BEM UI, memiliki 20 pendidik dan 29 panitia dengan peserta didik yang mencapai kurang lebih 100 orang. Dengan membawa tagline “Belajar, Berbagi, Menginspirasi” kami ingin Rumbel dapat menjadi tempat belajar bagi siapapun. Karena kami percaya bahwa setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Selain itu, Rumbel pun dapat menjadi tempat berbagi untuk siapapun. Berbagi ilmu, keceriaan, hingga canda dan tawa. Yang kesemuanya itu tentu akan memberikan inspirasi kepada banyak pihak untuk bergerak bersama dalam membangun bangsa ini melalui jalur pendidikan.
“It is better to light one candle than curse the darkness” -The Christophers Society’s Motto


www.bem.ui.ac.id

BEM Fakultas Ilmu Kesehatan UEU Menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran

Rabu, 27 April 2011



Pelatihan penanggulangan kebakaran adalah suatu proses pendidikan sistematis dan terorganisir untuk menupayakan pencegahan dan pemberantasan terjadinya kebakaran. Pelatihan ini diperlukan tidak hanya untuk bidang industri tetapi juga disegala bidang. Bidang pendidikan seperti sekolah, kampus, dan lainnnya. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan derajat keselamatan dan kesehatan masyarakat secara optimal.
Kebakaran adalah suatu bencana atau musibah yang ditimbulkan oleh api yang tidak diharapkan, sukar dikuasai dan merugikan baik berupa harta benda maupun nyawa manusia, pencegahan kebakaran merupakan lini pertama dalam rangka penanggulangan kebakaran, namun masih ada kemungkinan terjadinya kebakaran secara tidak terduga. Sebab-sebab terjadinya kebakaran meliputi kelalaian, kegagalan teknis, peristiwa alam, penyalaan sendiri dan kesengajaan. Dari sebab-sebab tejadinya kebakaran dilingkungan tempat tinggal masyarakat adalah kegagalan teknis sebagai contoh ialah konsleting listrik.
Namun kebakaran dapat tejadi dimana-mana dan kapan saja serta dengan penyebab yang tidak hanya kegagalan teknis belaka, sebagai contoh berdasarkan kasus untuk sepuluh tahun terakhir telah banyak terjadi kecelakaan kebakaran yang terjadi di industri minyak, gas, dan petrokimia. Antara lain kebakaran tangki-timbun di Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap akibat tersambar petir pada Oktober 1995 (Republika), kebakaran di Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan akibat korosi pipa penyaluran minyak pada Agustus 2000 (Kompas), kebakaran di Exxon Mobil Lhokseumawe yang disinyalir adamya unsur sabotase pada September 2001 (Jawa Pos), kebakaran di Pertamina DOH Jawa bagian Timur Cepu akibat blow-out sumur gas alam pada Februari 2002 (Suara Merdeka), kebakaran di Total Fina Elf di kilang Tunu akibat sistem kegagalan alat pada Maret 2002 (Kompas).
Dari data yang didapat dari Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, dari Januari hingga September tahun 2009 kebakaran melanda Jakarta Barat sebanyak 114 kali, atau 2,9 kali per minggu. Padahal, sepanjang 2009 musibah kebakaran hanya terjadi sebanyak 98 kali.
Dari berbagai peristiwa tersebut diatas, pelu adanya suatu pelatihan untuk mecegah dan menanggulangi potensi terjadinyan kebakaran. Pelatihan penanggulangan kebakaran adalah suatu proses pendidikan sestematis dan terorganisir untuk menupayakan pencegahan dan pemberantasan terjadinya kebakaran. Pelatihan ini diperlukan tidak hanya untuk bidang industri tetapi juga disegala bidang. Bidang pendidikan seperti sekolah, kampus, dan lainnnya. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan derajat keselamatan dan kesehatan masysrakat secara optimal perlu dilakukannya pelatihan-pelatihan penangguangan kebakaran secara periodik.

Tingginya kasus kebakaran, dan pentingnya pengetahuan tentang penanggulangan kebakaran menjadi dasar BEM FIKES UEU menyelenggarakan Pelatihan Penanggulangan Kebakaran Pelatihan Penanggulangan Kebakaran ”Civil Society Can Do This” pada Minggu, 24 April 2011, pukul: 08.30 s/d selesai di Kampus Esa Unggul.

http://www.esaunggul.ac.id/news/bem-fakultas-ilmu-kesehatan-ueu-menyelenggarakan-pelatihan-penanggulangan-kebakaran/

BEM UIN Jakarta Gelar Seminar Kontroversi NAMRU-2

Jumat, 12 September 2008

Auditorium, UINJKT OnlineKendati kontroversi keberadaan The US Naval Medical Research Unit Two (NAMRU-2) di Indonesia kini mulai surut dari pemberitaan media, isu tersebut tak berarti tak lagi menarik. Isu tersebut tetap penting didiskusikan, setidaknya bagi mahasiswa UIN Jakarta. Buktinya, ratusan mahasiswa memadati Seminar Nasional bertema ”Kupas Tuntas Kontroversi NAMRU: Kedaulatan NKRI Dalam Ancaman?” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Jakarta di Auditorium Utama, Kamis (11/9) sore lalu.

Seminar yang menghadirkan Menteri Kesehatan RI, Prof DR Dr Siti Fadilah Supari SpJp itu, mengupas kontroversi di balik sepak terjang NAMRU di Indonesia. Dalam sambutannya, Menkes mengatakan, NAMRU-2 berdiri di Indonesia sejak tahun 1968. Laboraturium Angkatan Laut Amerika Serikat itu terealisasi atas dasar Piagam Perjanjian Kerjasama Bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat tentang riset penyakit menular. Dalam perjanjian tersebut, pihak Amerika akan mendapatkan pengetahuan mengenai penyakit menular di wilayah tropis (Asia Tenggara) dan dipusatkan di Indonesia.

Menkes melanjutkan, sebagai negara tuan rumah, Indonesia berkewajiban memfasilitasi tempat penelitian dan memberikan kebebasan bagi tim peneliti NAMRU-2 untuk melakukan aktivitas penelitian (observasi lapangan, pengumpulan data dan sampel penelitian) dari berbagai wilayah di Indonesia. Tapi, dari sini pula berbagai masalah timbul, mulai dari tidak seimbangnya isi perjanjian yang lebih menguntungkan pihak Amerika sampai pemakaian tempat yang merupakan milik Departemen Kesehatan RI.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Drs Slamet Effendy Yusuf MSi,  mengatakan, analisis kritis terhadap keberadaan NAMRU-2 seperti yang digulirkan oleh Depkes RI yang akhirnya menjadi perhatian masyarakat internasional, menyangkut persoalan biodiversity. Ketiadaan Material Transfer Agreement (MTA) dalam kegiatan penelitian dengan NAMRU-2 sebagaimana yang telah disyaratkan dalam perundang-undangan Indonesia, disinyalir merupakan penyebab dari ketidakjelasan status kepemilikan spesimen biologis Indonesia di mata Internasional. [Nif/Ed]


http://www.uinjkt.ac.id/index.php/section-blog/1-headline/271-bem-uin-jakarta-gelar-seminar-kontroversi-namru-2.html

Lembaga Dakwah Kampus

Arsip Blog

 

© Copyright aktiviskampus 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.