News Update :

Informasi Populer

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Toga Wisuda DAUR ULANG

Informasi Kegiatan Kampus dari @InfoKampusKU

FORUM LINGKAR HUMAS ke-2

Jumat, 05 Juli 2013










Sabtu (1/5), telah hadir kembali Forum Lingkar Humas sesi kedua,, Kementerian Luar Negeri BEM KM Undip 2013. Untuk FLH ke-2 ini tuan rumahnya temen-temen Humas dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Hukum (FH). Acara dimulai dengan sambutan dari tuan rumah sekaligus perkenalan dari pihak FIB dan FH.
Sesi pertama diisi materi dari mas Ipung (Humas Undip), beliau mengisi tentang bagaimana seharusnya humas masing-masing lembaga itu berjalan dengan baik, dengan cara bersinergis dan adanya publikasi satu pintu, jadi untuk publikasi agenda lembaga itu hanya melalui dari humas lembaga itu saja.
Selain itu, diadakan evaluasi, sebenarnya kemampuan kehumasan di lembaga kita itu dalam tahap apa? Sehingga untuk kedepannya dapat dilakukan pelatihan di bidang kehumasan bersama sesuai dengan keterbutahan kehumasan yang ada di Undip.
Untuk Sesi kedua, diadakan diskusi tentang proker-proker setiap lembaga dan permasalahan yang dialami dalam bidang kehumasan serta mencari solusi dari permasalahan yang ada.
Dari FLH kedua ini, diharapkan tidak hanya sekedar suatu forum atau ajang bertemunya kehumasan yang ada di Undip saja, tapi dapat menciptakan agenda besar untuk kita bersama, seperti seminar nasional, pelatihan kehumasan dan lain-lain, jadi kita lebih produktif dan dapat meng-upgrade kapasitas diri.
And the last,, Nantikan FLH berikutnya.. okey,,,


Selengkapnya ke http://bemkm.undip.ac.id/home/read/2013/07/05/departemen/luar-negeri/1190/forum-lingkar-humas-ke-2.html#ixzz2a1pBTjcW 

SEMILOKA oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman

Senin, 01 Juli 2013

  Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD, dan DPD. Setelah amandemen ke-IV UUD 1945 pada 2002, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukan ke dalam rezim pemilihan umum. Menurut UU No. 3 Tahun 1999 tentang Pemilu. Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam negara kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
            Dalam acara SEMILOKA yang diselenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Sleman bertempat di Grha Sarina Vidi pada tanggal 25 Juni 2013 ini menyuguhkan dua materi dari pemateri yang sama-sama berlatarbelakang dari Komisi Pemilihan Umum. Pada materi pertama dengan judul “Peran Politik & Partisipasi Perempuan Dalam Pemilu 2014 yang disampaikan oleh Ibu Ibah Muthiah (Anggota KPU Daerah Istimewa Yogyakarta). Adapun isi materi tersebut peran partisipasi perempuan dalam pemilu 2014 dibagi dalam tiga kategori yaitu pemilih (untuk usia 17 tahun atau belum 17 tahun namun sudah menikah) , dipilh (untuk caleg minimal berumur 21 tahun, untuk panwas berumur lebih dari 30 tahun, dsb) , pemilih dan dipilih (bagi bacaleg, baca DPD). Kedudukan perempuan dalam pemilu 2014 diatur pada UU. No.8 tahun 2012 yaitu parpol dapat menjadi peserta pemilu setelah memenuhi persyaratan : (d) meyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat. Selain itu dalam hal proses pendaftaran caleg, dalam pasal 55 menyebutkan daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 memuat paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. Bila tidak ada kouta 30% maka bakal calon tersebut batal.Tantangan perempuan dalam pemilu 2014 ini diantaranya penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak, parpol ambang batas 3,5% untuk diikutkan dalam penetapan kursi DPR, DPRD Provinsi & DPRD Kab/Kota. (Dalam pasal 208 UU. No.8 Tahun 2012). Suksesnya pemilu ini tergantung pada partisipasi pemilih, terpilhnya pemimpin yang kredibel serta kemampuan mengelola managemen konflik.
            Selanjutnya pada materi kedua mengangkat judul “Golput dan Partispasi Masyarakat di Pemilu 2014 yang disampaikan oleh Bp Hamdan (Anggota KPU Kabupaten Sleman). Dalam materi ini lebih memfokuskan sebab-sebab penurunan parisipasi pemilih. Mengutip Tulisan dari Sigit Pamungkas, kategori Golput antara lain :
  1. Golput sebagai fenomena teologis yang memandang keikutsertaan dalam pemilu merupakan dosa. (Pandangan Agama yang menyebutkan bahwa pemilu itu haram).
  2. Fenomena protes (ekspresi protes warganegara terhadap parpol dan politisi yang tak kunjung menberi manfaat ( Salah satu implementasi masyarakat).
  3. Bentuk perlawanan terhadap sistem politik yang mengekang hak politik warga.
  4. Sebagai bentuk kepercayaan terhadap sistem yang sedang bekerja (dinegara mapan demokrasi, golput meningkat ketika parpol, politisi dan pemerintah sudah sesuai jalur).
  5. Fenomena mal administrasi (tidak terdaftar dalam DPT , tidak mendapat undangan,dll).
  6. Fenomena Teknis Individual (mementingkan kepentingan pribadi daripada menggunakan hak pilih). Contohnya saja: mending tidur atau berwisata daripada pemilu (pandangan masyarakat)
  7. Ekspresi kejenuhan mengikuti pemilu.
Diharapkan masyarakat tidak golput dikarenakan menggunakan hak pilih dalam Pemilu merupakan mekanisme prosedural untuk melakukan perubahan. Selain itu, golput tidak member arti apapun bagi sistem politik dan demokrasi.
Selain itu juga perlu adanya langkah untuk mengantisipasi Golput diantaranya :
  1. Sosialisasi massif kepada masyarakat mengenai arti penting pemilu bagi kehidupan demokrasi.
  2. Penyelenggaraan Pemilu memastikan bahwa semua warga negara yang memenuhi syarat telah terdaftar sebagai pemilih.
  3. Menghimbau kepada seluruh tokoh/panutan masyarakat agar mengajak masyarakat/konstituen/umat untuk menggunakan hak pilihnya.

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/07/01/semiloka-oleh-komisi-pemilihan-umum-kabupaten-sleman/

Kelengkapan Verifikasi Berkas: Ijazah Asli WAJIB dibawa

Rabu, 26 Juni 2013

http://www.bppk.depkeu.go.id/bdk/palembang/images/stories/usm13.gif

Berikut adalah kelengkapan berkas yang wajib dibawa pada saat verifikasi Berkas:
  • Untuk ditunjukkan:
  1. Ijazah/SKHU/SKHU Sementara/SKL asli
  2. Bukti diri asli yang berfoto (KTP/SIM/Paspor/SKCK/Ijazah) yang masih berlaku
  • Untuk diserahkan:
  1. Foto berwarna 4x6 sebanyak 3 lembar
  2. Bukti Pendaftaran Online (BPO) yang sudah ditempel foto dan materai sebanyak 2 lembar
  3. Bukti setor bank asli 1 sebanyak lembar
  4. Fotokopi Ijazah/SKHU/SKHU Sementara/SKL yang telah dilegalisir sebanyak 1 lembar
  http://www.stan.ac.id/kategori/index/4/page/kelengkapan-verifikasi-berkas-ijazah-asli-wajib-dibawa

Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY

Senin, 24 Juni 2013

Tryout SBMPTN

Tryout SBMPTN
UNY (02/06) – Untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit merupakan dambaan setiap siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya lebih tinggi setelah berpredikat lulus sebagai Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan dan sederajat. Pada tahun 2013 ini, pemerintah membuat aturan baru mengenai seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yaitu dapat melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) undangan, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau dikenal dengan istilah SBMPTN.
Dalam rangka mempersiapkan diri bagi siswa-siswi agar lebih siap dan mantap dalam menghadapi SBMPTN dan lebih jauh mengenal profil Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta sebagai sarana pencitraan UNY, maka Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (BEM KM UNY) 2013 dari program kerja Departemen Pelayanan Publik (Pelpu) mengadakan Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY. Try out ini diadakan bagi siswa-siswi yang telah lulus dari SMA/SMK dan sederajat di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 743 orang, yang terdiri dari kelas sains dan teknologi (IPA) & sosial dan hukum (IPS).
Pelaksanaan Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY dilaksanakan pada hari Minggu, 02 Juni 2013 yang bertempat di gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY. Pendaftaran yang dimulai dari tanggal 2-30 Mei 2013 ini mengundang banyak antusiasme dari para siswa-siswi yang telah lulus SMA/SMK dan sederajat. Terbukti banyak sekali dari mereka yang ingin mendaftar try out ini, sehingga melebihi kuota yang ada serta prosentase yang mendaftar dari luar Pulau Jawa sebanyak 10%, ujar Latifa Dinar selaku ketua pelaksana Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY.
Try Out SBMPTN 2013 dimulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB. Lalu dilanjutkan pengenalan lebih dekat dengan kampus UNY yang disambut hangat oleh Dr.Sumaryanto, M.Kes., selaku Wakil Rektor III. Serta Wahyudi Iman Satria, selaku ketua BEM KM UNY memberikan petuah bagi para calon mahasiswa untuk tetap optimis sesuai dengan jargonnya, “bongkar, coblos, lulus”.
Acara One Day in UNY yang bertempat di Hall Tenis Indoor Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY juga diisi dengan pengenalan dari 7 fakultas yaitu FIP, FBS, FMIPA, FIS, FT, FE, dan FIK yang diwakili oleh perwakilan ketua BEM Fakultas masing-masing. Dilanjutkan dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rekayasa Teknologi dengan ‘robotnya’ serta UKM Pencak Silat dengan ‘jurus silatnya’. Acara ini ditutup dengan pengumuman hasil Try Out SBMPTN 2013 dan pemberian kenang-kenangan bagi peserta yang meraih peringkat 1-10 baik dari jurusan IPA maupun IPS dan pada pukul 13.45 acara ini berakhir.
_Nur Hidayah Fitria Rahmawati /Biologi 2011

sumber :  http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/24/try-out-sbmptn-2013-dan-one-day-in-uny/

Pengumuman Jadwal Verifikasi Berkas dan Pengambilan BPU USM STAN 2013

Minggu, 23 Juni 2013


PENGUMUMAN JADWAL VERIFIKASI BERKAS DAN PENGAMBILAN BUKTI PESERTA (BPU) UJIAN SARINGAN MASUK STAN TAHUN AKADEMIK 2013/2014

Sesuai dengan pengumuman Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Nomor: PENG-4/SJ/2013 tanggal 4 Juni 2013 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma I dan III Keuangan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Tahun Akademik 2013/2014, maka diumumkan Jadwal Verifikasi Berkas dan Pengambilan Bukti Peserta Ujian (BPU) Ujian Saringan Masuk STAN Tahun Akademik 2013/2013.
Informasi lebih lengkap bisa dilihat pada tautan berikut:
Pengumuman_43_AK_2013
Lampiran I
Lampiran II
Lampiran III  
Lampiran IV
Lampiran V
Lampiran VI
Lampiran VII
Lampiran VIII
Lampiran IX
Lampiran X
Lampiran XI
Lampiran XII
Lampiran XIII
Lampiran XIV
Lampiran XV
Lampiran XVI
Lampiran XVII
Lampiran XVIII
Lampiran XIX
Lampiran XX
Lampiran XXI
Lampiran XXII
Lampiran XXIII
Lampiran XXIV
Lampiran XXV
Lampiran XXVI
Lampiran XXVII

http://www.stan.ac.id/kategori/index/4/page/pengumuman-jadwal-verifikasi-berkas-dan-pengambilan-bpu-usm-stan-2013

PEMBENTUKAN KETAHANAN NEGARA MELALUI KETAHANAN KELUARGA

Senin, 17 Juni 2013

http://akujugaanakbangsa2.blogspot.com/
Ibu Masnah Sari

Memasuki abad 21 ini negara Indonesia menghadapi suatu tantangan baru. Bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk tantangan dari luar negeri maupun dari dalam negeri itu sendiri. Tantangan dari luar negeri sangat nyata di depan mata adalah adanya globalisasi dan percaturan global yang semakin pelik, sedangkan tentangan dari dalam negeri adalah adanya ancaman ketahanan negara yang mulai terongrong, mulai dari segi pendidikan, kesehatan, kemandirian, bahkan kedaulatan negaranya.
Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) yang diwakili oleh Institut Teknologi Surabaya (BEM ITS), Universitas Negeri Sebelas Maret (BEM UNS), Universitas jenderal Sudirman (BEM Unsoed), Universitas Negeri lampung (BEM Unila), Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ), dan Universitas Negeri Yogyakarta (BEM KM UNY) beberapa waktu lalu berkesempatan melakukan silaturahmi ke salah satu tokoh perempuan nasional yaitu ibu Masnah Sari, Ketua bidang perempuan dan perlindungan anak Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Sambutan yang sangat hangat sangat terasa ketika mahasiswi datang bersilaturahmi. Bertempat di Komplek gudang peluru Jln G 167 Tebet Jakarta yang merupakan rumah sekaligus kantor ibu Masnah banyak cerita tentang perempuan dan anak karena berbicara mengenai Perempuan tidak terlepas dengan anak. Perempuan dan pembangunan bangsa, sangat menarik untuk diperbincangkan. Apalgi edepan, bonus demografi untu penduduk perempuan Indonesia sangat banyak. Akan sangat disayangkan jika kemudian kita tak berbuat apa-apa untuk mempersiapkan diri dan perempuan-perempuan pada umumnya.
“Indonesia diibaratkan sebagai gadis molek yang cantik molek, diperut bumi ada macam-macam. Ada minyak, ada emas, ada timah, ada batu bara, segala macam ada disini. Dan diperutnya indonesia yang ini tidak ditemukan di negara-negara tetangga. Itu hanya Indonesia yang punya. Sudah cantik alamnya bagus tidak pernah musim yang jelek, perutnya kaya raya.. Menjadi incaran negara-negara besar seperti Amerika, Eropa, Yahudi, dan negara-negara besar lainnya.” tutur Ibu masnah mengawali perbincangan bersama mahasiswi yang tergabung dalam forum perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia.
Mantan ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini kemudian melanjutkan, “Bagaimana menguasainya? Cara yang lebih mudah adalah melalui generasi mudanya. Dibunuhlah generasi-generasi mudanya. Berbagai mainan anak kemudian diberikan racun (pewarna dan bahan pembuatnya), berbagai jajanan mengandung bahan-bahan yang kurang sehat, bahan pengawet, dan sebagainya, teknologi yang berkembang demikian pesat dan mudahnya diakses oleh anak-anak. Inilah yang perlu kita pikirkan! Anak yang harus diselamatkan. Apa gunanya Failitas dibangun dengan sangat maju, tapi ketika generasinya selanjutnya mati, tidak akan ada yang melanjutkan. “Bukan insfrastrukturnya dulu yang dibangun, anaknya dulu yang dibangun.“
Perempuan dalam hal ini mempunyai peran yang penting terhadap generasi akan datang. Dimulai dari keluarga terlebih dahulu, dimana ia harus bisa membangun ketahanan baik ekonomi maupun sosial dalam intern keluarga itu sendiri maka akan tercipta pula ketahanan dalam masyarakat. Ketika dalam masyarakat sudah mempunyai ketahanan yang kuat maka dalam sebuah negara akan terbangun pula ketahanan yang kuat.
Ni’mal Kariemah
Kastrat BEM KM UNY 2013

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/17/pembentukan-ketahanan-negara-melalui-ketahanan-keluarga/

Diklat Pembinaan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS Bagi Senat/BEM Se-DIY Tahun 2013

Pada hakekatnya, narkoba memiliki dua dampak yaitu positif dan negatif. Positifnya adalah untuk kepentingan medis. Sedangkan sisi negatifnya adalah untuk kepentingan bisnis illegal oleh mafia yang tidak bertanggungjawab. Menghancurkan hidup manusia dan menjadi musuh bersama manusia di muka bumi.
          Narkoba adalah zat yang apabila digunakan sesuai dengan fungsinya yaitu untuk kepentingan medis dan kepentingan ilmiah akan memberikan manfaat kepada umat manusia. Namun demikian, dalam perkembangannya narkoba menjadi barang yang berbahaya karena telah diedarkan secara gelap dan disalahgunakan untuk kepentingan di luar medis serta berdampak terhadap gangguan kesehatan. Penyalahgunaan narkoba juga sangat membahayakan kesehatan dan bahkan mengancam keselamatan jiwa manusia. Tidak hanya itu, bahkan dapat membuat hancur dan matinya karakter bangsa.
          Masalah narkoba di Indonesia merupakan masalah multidimensi dan multisektoral sehingga untuk mengatasinya diperlukan kerja sama dengan seluruh stakeholder yang terkait, baik pemerintah maupun masyarakat. Badan Narkotika Nasional yang diberikan kewenangan untuk melakukan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak dapat bekerja sendiri, akan tetapi harus melibatkan berbagai elemen masyarakat. Badan Narkotika Nasional membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk terus memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
          Penyalahhgunaan narkoba di Indonesia tidak mengenal tempat dan waktu, seperti halnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai salah satu kota tujuan wisatawan di Indonesia ternyata DIY cukup menjadi endemik yang mudah dimanfaatkan untuk peredaran narkoba oleh mafia narkoba tidak bertanggungjawab. Terbukti telah banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang terungkap di Yogyakarta, baik sebagai pengedar maupun pengguna narkoba. Dua minggu yang lalu, data dari Lapas Narkoba Kelas II A, Sleman, Yogyakarta, menunjukkan kurang lebih ada 370  penghuni tahanan kasus narkoba. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa Yogyakarta rawan dengan penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian, maka sangat tepat jika Disdikpora Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja dengan BNNP Yogyakarta terus memiliki komitmen untuk mensosialisasikan dan melakukan pembinaan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, salah satunya melalui Senat/BEM Se-DIY.
          Bertempat di Hotel Universitas Negeri Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Yogyakarta mengadakakan “Diklat Pembinaan Pencegahan Narkoba dan HIV/AIDS bagi Senat/BEM Se-Daerah Istimewa Yogyakarta”. Diklat ini bertujuan  untuk mensosialisasikan dan mennyadarkan kembali kepada generasi muda, khususnya mahasiswa untuk turut peduli dengan generasi masa depan dan menyelamatkan bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS.
          Diklat yang berlangsung pada tanggal 28-31 Mei 2013 ini merupakan komitmen dari Disdikpora untuk rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan sasaran adalah generasi muda/mahasiswa. Menurut keterangan panitia, bahwa agenda ini sudah merupakan angkatan ke V yang kemudian disebutnya Kader Anti Narkoba tahun 2013 di wilayah Yogyakarta. Dalam rangkaian agenda diklat tidak hanya dilaksanakan oleh pihak Disdikpora, akan tetapi Disdikpora bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY), Rumah Sakit Grhasia, Lapas Kelas II A Yogyakarta (Lapas Narkoba), Komisi Penaggulangan AIDS (KPA), dan juga dari Gerakan Anti Narkoba Yogyakarta (GRANAT).
          Kurang lebih 90 peserta dari perwakilan berbagai kampus Se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti rangkaian diklat dengan serius. Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan materi kelembagaan dan kebijakan P4GN di DIY oleh Bapak Aryanto Hendro Suprantoro selaku Kasubag Perencanaan BNNP DIY. Dalam paparannya beliau memperkenalkan secara singkat terkait awal berdirinya BNNP DIY, struktur serta tugas dan fungsinya kepada mahasiswa. Akan tetapi secara umum beliau juga menyampaikan tentang berbagai data penyalahgunaan narkoba, baik di DIY maupun di Indonesia. Bapak Aryanto menyatakan bahwa pengguna penyalahgunaan narkoba paling banyak terjadi di kalangan mahasiswa, sehingga dalam pesannya beliau menyampaikan agar kita siap siaga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba. Dalam akhir paparan, beliau juga memberikan gambaran transaksi peredaran narkoba yang marak terjadi di masyarakat, bahwa ternyata narkoba dapat diedarkan dengan berbagai cara dan media apapun. Contoh dari berbagai kasus yang terungkap, diketahui bahwa diantaranya barang-barang terlarang tersebut dimasukkan dalam sepatu, diselipkan dalam buku, ditempel dalam tubuh, dalam pakaian dalam, dan sebagainya. Artinya narkoba akan sangat mungkin diselundupkan dalam berbagai bentuk kemasan, agar tidak mudah diketahui dan dikenali oleh orang-orang di sekitar. Oleh karena itu, BNNP menghimbau kepada mahasiswa agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran barang haram ini, yang kita tidak pernah tahu keberadaannya.
          Mencermati data yang disampaikan Bapak Aryanto, bahwa penyalahgunaan narkoba di Yogyakarta selalu meningkat setiap tahunnya. Data penyalahgunaan narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2004 yaitu 57.483 jiwa, tahun 2008 yaitu 68.980 jiwa dan tahun 2011 mencapai 69.700 jiwa. Bahkan dalam data tersebut disampaikan, Daerah Istimewa Yogyakarta masuk prevalensi pengguna narkoba urutan lima besar di Indonesia, yaitu 69.700 jiwa atau 2,8 % di tahun 2011 (Hasil Penelitian Puslitkes UI dan BNN tahun 2011). Badan Narkotika Nasional DIY dalam proyeksinya di tahun 2011-2015 juga menghitung dengan berdasarkan rata-rata kenaikan 0,12 per tahun dari hasil penelitian 2008 dan 2011, maka diprediksikan pada tahun 2015 penyalahgunaaan narkoba di DIY mencapai 109.675 atau sekitar 3,37 % jiwa. Dan BNNP sangat mengkhawatirkan, karena penyalahgunaan narkoba di DIY mayoritas adalah generasi muda, pelajar dan mahasiswa. Dari data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan dengan penyalahgunaaan narkoba.
          Diklat hari kedua tidak berupa materi, Disdikpora mengajak mahasiswa menuju Rumah Sakit Grhasia di Sleman, dimana di rumah sakit tersebut terdapat beberapa pasien yang pernah menjadi pecandu dan pengguna narkoba yang telah direhabilitasi. Peserta diklat juga diberikan kesempatan untuk dapat melihat aktifitas pasien yang sedang direhabilitasi, hanya saja tentunya peserta dibatasi dalam berinteraksi karena dikhawatirkan akan mengganggu aktifitas maupun kejiwaan dari pasien. Selanjutnya dihari yang sama, peserta diklat juga diajak untuk berkunjunga ke Lapas kelas II A, dimana lapas tersebut khusus sebagai tahanan tersangka dalam kasus narkoba, baik pengguna maupun pengedar. Selama kurang lebih 30 menit, peserta diklat diberikan kesempatan dari pihak lapas untuk melihat para tahanan kasus narkoba. Di dalam lapas ternyata tidak seperti yang kita bayangkan, bahwa mereka hanya beraktifitas di dalam ruangan tahanan dan tidak beraktifitas apa-apa akan tetapi tahanan juga diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Seperti kegiatan yang dapat peserta lihat di lapas IIA Yogyakarta antara lain, ada salon/tempat cukur, kerajinan membuat spring bed, studio music dan sebagainya.
          Rangkaian outbound dilaksanakan pada hari ketiga bekerja sama dengan TNI AU Adisucipto Yogyakarta. Outbound ini bertujuan untuk melatih kesehatan fisik dan mental peserta diklat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, serta membangun jiwa kebersamaan dan kepedulian antarsesama. Memasuki hari terakhir rangkaian diklat, peserta mendapat dua materi yang juga tidak kalah penting yaitu tentang pencegahan HIV/AIDS dari KPA dan suplemen dari Gerakan Anti Narkoba (GRANAT) Yogyakarta. Pihak KPA mengajak kepada peserta diklat agar berhati-hati dalam bergaul dan berusaha memproteksi diri dari hal-hal pengaruh negatif, seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan lain-lain.
          Sebelum rangkaian diklat ditutup, Alex Dwi Kurnia, delegasi BEM KM UNY meminta waktu dengan Disdikpora untuk berbicara. Dalam kesempatannya, Alex mengajak kepada seluruh peserta diklat untuk berkomitmen “Deklarasi Gerakan Anti Narkoba bersama Senat/BEM Se-Daerah Istimewa Yogyakarta”. Di atas spanduk, Alex mengajak mahasiswa untuk tanda tangan dan menuliskan pesan moral mengenai dukungan positif untuk berkomitmen tidak memakai atau mengedarkan narkoba. Alex tidak memaksa kepada peserta untuk menuliskan komitmen memerangi narkoba, tetapi hanya menyadarkan kepada diri sendiri untuk peduli dengan generasi masa depan bangsa dan minimal peduli dengan diri sendiri. Dengan adanya kesepakatan deklarasi tersebut, diharapkan peserta diklat untuk benar-benar komitmen dan sungguh-sungguh untuk terus memerangi narkoba dan mengajak kepada orang-orang di sekitar untuk tidak coba-coba menyalahgunakan  narkoba. Perlu diketahui juga, bahwa BEM KM UNY tahun 2013 berkomitment untuk terus memerangi penyalahgunaan narkoba dengan sebuah gerakan baru di UNY yaitu “Gerakan UNY Bersih: Bersih dari Rokok dan Narkoba”. Mengapa rokok? Karena rokok adalah awal atau pintu gerbang yang sangat mudah untuk dekat-dekat dengan narkoba, ungkap Alex. Alex juga menambahkan bahwa “Deklarasi Gerakan Anti Narkoba Senat/BEM Se-DIY” ini akan ditindaklanjuti dalam aksi menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba dan memerangi penyalahgunaan narkoba pada tanggal 26 Juni 2013, yaitu saat momentum Hari Anti Narkoba Internasional bersama Senat/BEM Se-DIY dan direncanakan akan bekerjasama dengan GRANAT DIY.
            Dalam kesan-pesannya mengenai diklat selama empat hari, Alex mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pihak Disdikpora yang telah memfasilitasi kegiatan positif ini. Mahasiswa sangat support terhadap Disdikpora untuk terus melanjutkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan positif bagi masyarakat, terutama untuk pemuda dan generasi penerus bangsa. Harapan besarnya bahwa setelah ini akan semakin banyak kader-kader anti narkoba dan lahir pemuda-pemudi  yang peduli dengan masa depan bangsa, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Mari Mengistimewakan Yogyakarta, dan Mengistimewakan Indonesia tanpa Narkoba! (th_a).

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/17/diklat-pembinaan-pencegahan-penyalahgunaan-narkoba-dan-hivaids-bagi-senatbem-se-diy-tahun-2013/

Lembaga Dakwah Kampus

Arsip Blog

 

© Copyright aktiviskampus 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.