News Update :

Informasi Populer

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru

Toga Wisuda DAUR ULANG

Informasi Kegiatan Kampus dari @InfoKampusKU

Tampilkan postingan dengan label BEM UNY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BEM UNY. Tampilkan semua postingan

Kampanye Simpatik Hari Anti Narkoba Internasional (HANI)

Kamis, 11 Juli 2013


UNY ISTIMEWA TANPA NARKOBA
IKRAR GERAKAN UNY ISTANA
Saat ini penyalahgunaan narkoba telah mencapai situasi yang mengkhawatirkan, baik nasional maupun internasional. Korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia akhir-akhir ini cenderung semakin meningkat, tidak hanya digunakan oleh orang mampu bahkan sudah merambah golongan orang tidak mampu baik di kota maupun di desa. Tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga telah dikonsumsi kalangan mahasiswa, pelajar tingkat menengah maupun siswa sekolah dasar.
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota besar yang menjadi sasaran penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Pada tahun 2004, penyalahgunaan narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 57.483 jiwa, tahun 2008 yaitu 68.980 jiwa dan tahun 2011 mencapai 69.700 jiwa. Data penelitian juga menunjukkan, bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta masuk prevalensi pengguna narkoba urutan lima besar di Indonesia, yaitu 69.700 jiwa atau 2,8 % di tahun 2011 (Hasil Penelitian Puslitkes UI dan BNN tahun 2011). Terlebih kondisi yang mengkhawatirkan disampaikan oleh Badan Narkotika Nasional Yogyakarta, bahwa penyalahgunaan narkoba di Yogyakarta dilakukan oleh generasi muda, mahasiswa dan pelajar.
Dalam usaha menekan penyalahgunaan narkoba di Yogyakarta, banyak keterlibatan lembaga pemerintah maupun organisasi masyarakat yang turut peduli untuk berupaya memberantas narkoba, seperti Badan Narkotika Nasional (BNN), Gerakan Anti Narkoba DIY (GRANAT DIY), lembaga pendidikan atau komunitas dalam masyarakat. Hanya saja lembaga tersebut tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus didukung dari masyarakat dan kebijakan pemerintah untuk terus berani menuntaskan permasalahan narkoba, khususnya di DIY. Oleh karena itu, dalam upaya mencegah dan memberantas penyalahgunaan narkoba, GRANAT DIY sebagai salah satu organisasi yang peduli dengan permasalahan narkoba bekerjasama dengan sejumlah institusi pemerintah, komunitas masyarakat dan organisasi mahasiswa melakukan kampanye gerakan anti narkoba untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkoba pada peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di titik 0 KM, Yogyakarta (Rabu, 26/06/2013).
Dalam puncak peringatan hari anti narkoba, GRANAT DIY bekerjasama dengan berbagai institusi dan organisasi masyarakat di DIY mengadakan parade kampanye simpatik gerakan anti narkoba dan anti kekerasan serta premanisme yaitu kampanye short march dari tempat parkir abu Bakar Ali menuju titik 0 KM.. Beberapa institusi dan organisasi yang terlibat antara lain, TNI AU, TNI AL, TNI AD, komunitas reptile, komunitas anjing, komunitas Vespa, Badan Eksekutif Mahasiswa Se-DIY, ikatan mahasiswa daerah, ikatan waria Yogyakarta dan lain-lain, ada kurang lebih 87 organisasi dari yang direncanakan GRANAT DIY. Berpusat di titik 0 KM Yogyakarta, massa kampanye selain berbagi stiker dan leflet tentang bahaya narkoba, dalam orasinya GRANAT juga mengajak masyarakat Yogyakarta untuk terus mendukung gerakan anti narkoba dan anti kekerasan/premanisme. Peringatan tersebut secara umum bertujuan untuk menyadarkan pada masyarakat akan bahaya narkoba serta menyatakan menolak adanya kekerasan/premanisme di Yogyakarta serta mendukung BNN dan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia bersih dari penyalahgunaan narkoba tahun 2015.
Dalam peringatan hari anti narkoba internasional, BEM KM dan perwakilan mahasiswa UNY dari masing-masing fakultas tidak tinggal diam. Mahasiswa UNY bekerjasama dengan GRANAT DIY turut berpartisipasi dalam short march kampanye simpatik gerakan anti narkoba. Sebelum berangkat kempanye simpatik bersama GRANAT, kampanye diawali dengan orasi di depan Gedung Student Center yang disampaikan oleh Alex tentang bahaya penyalahgunaaan narkoba sekaligus memberitahukan kepada warga kampus bahwa tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkoba Internasional atau sering disebut HANI. Dalam orasinya, Alex Dwi Kurnia sekaligus selaku koordinator kampanye simpatik gerakan anti narkoba UNY juga mengajak perwakilan mahasiswa UNY untuk IKRAR bersama “Gerakan UNY Istimewa tanpa Narkoba” di depan Gedung Student Center, UNY. Adapun bunyi ikrar tersebut yaitu:
  1. Kami mahasiswa dan mahasiswi UNY bersumpah, bertanah air satu, tanah air anti  penyalahgunaan narkoba.
  2. Kami mahasiswa dan mahasiswi UNY bersumpah, berbangsa satu, bangsa anti penyalahgunaan narkoba.
  3. Kami mahasiswa dan mahasiswi UNY bersumpah, bertekad satu, bertekad memerangi penyalahgunaan narkoba.
Ikrar peringatan hari anti narkoba di UNY ini sebagai wujud komitment dan tekad mahasiswa UNY untuk menunjukkan kepada civitas akademika UNY dan masyarakat luas bahwa UNY menyatakan memerangi penyalahgunaan narkoba. Keterlibatan mahasiswa UNY dalam kampanye tersebut bertujuan untuk berkomitment menyuarakan gerakan anti narkoba di civitas akademika UNY, pada khususnya. Peringatan HANI ini juga diharapkan menjadi gerbang bagi mahasiswa UNY untuk terus berkomitment dan berjuang memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan mahasiswa dan pelajar, mengingat banyaknya pemakai narkoba di Yogyakarta adalah mahasiswa dan pemuda.
Mahasiswa UNY dalam kampanyenya juga menyuarakan jargon UNY Istana, yaitu “UNY Istimewa tanpa Narkoba”. Jargon tersebut diharapkan dapat menjadi ruh gerakan anti narkoba di UNY. Pasca peringatan HANI ini juga diharapkan akan lahir sebuah gerakan yang mewujudkan kader mahasiswa anti narkoba yang komitmen untuk terus mendukung gerakan anti narkoba di UNY. Wadah tersebut nantinya akan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terus bergerak mensosialisasikan kepada masyarakat kampus, bahwa UNY mendukung pemberantasan narkoba dan memerangi penyalahgunaan narkoba. (27/06/2103)

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/07/11/kampanye-simpatik-hari-anti-narkoba-internasional-hani/

ORMAWA Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Studi Banding dan Roadshow Budaya ke BEM KM UNY

Mengawali bulan baru (1/07/2013) BEM KM UNY menerima studi banding dan roadshow budaya ormawa dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya atau sering disingkat UWKS. Rombongan ormawa yang diketuai oleh Muhammad Ramadhan sekaligus Presiden BEM UWKS, bertujuan untuk mempererat tali silaturahim dan menambah wawasan tentang organisasi mahasiswa, baik Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di Universitas Negeri Yogyakarta.
            Mahasiswa yang sering dipanggil Rama tersebut menyampaikan apresiasi kepada BEM KM UNY yang sudah mau menerima dan memfasilitasi dalam studi banding ini. Dalam paparannya dijelaskan bahwa ada perbedaan sistem organisasi yang ada di UWKS dan di UNY, di UWKS sistem organisasi berbentuk seperti miniatur negara, yaitu adanya  garis instruktif dari organisasi tertinggi di kampus sampai tataran paling bawah. Hal ini tentu juga yang membedakan dinamika keorganisasian yang ada di kampus UWKS dan di UNY yang memakai sistem keluarga mahasiswa. Harapan besar dari kedua belah pihak, bahwa hasil studi banding ini nantinya akan muncul sinergisitas antar masing-masing organisasi kampus, baik dalam pewacanaan isu atau kebijakan  maupun dalam bentuk kerjasama yang lain.
            Setelah pemaparan mengenai ormawa masing-masing kampus, keduanya saling berdiskusi dan memberikan pertanyaan yang ditujukan kepada ormawa masing-masing kampus. Mulai dari pola kaderisasi kepemimpinan organisasi, kultur mahasiswa, kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan UKM dan BEM sampai pada tataran teknis tugas dari departemen atau kementerian yang ada di struktur organisasi. Hal inilah yang kemudian menjadikan tambahan referensi bersama dari kedua belah pihak. Artinya kedua organisasi saling belajar dan mencari tahu informasi yang mungkin nantinya dapat diterapkan untuk semakin memperbaiki organisasi di kedua kampus. -@dk-

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/07/11/ormawa-universitas-wijaya-kusuma-surabaya-studi-banding-dan-roadshow-budaya-ke-bem-km-uny/

SEMILOKA oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman

Senin, 01 Juli 2013

  Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD, dan DPD. Setelah amandemen ke-IV UUD 1945 pada 2002, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukan ke dalam rezim pemilihan umum. Menurut UU No. 3 Tahun 1999 tentang Pemilu. Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat dalam negara kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
            Dalam acara SEMILOKA yang diselenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Sleman bertempat di Grha Sarina Vidi pada tanggal 25 Juni 2013 ini menyuguhkan dua materi dari pemateri yang sama-sama berlatarbelakang dari Komisi Pemilihan Umum. Pada materi pertama dengan judul “Peran Politik & Partisipasi Perempuan Dalam Pemilu 2014 yang disampaikan oleh Ibu Ibah Muthiah (Anggota KPU Daerah Istimewa Yogyakarta). Adapun isi materi tersebut peran partisipasi perempuan dalam pemilu 2014 dibagi dalam tiga kategori yaitu pemilih (untuk usia 17 tahun atau belum 17 tahun namun sudah menikah) , dipilh (untuk caleg minimal berumur 21 tahun, untuk panwas berumur lebih dari 30 tahun, dsb) , pemilih dan dipilih (bagi bacaleg, baca DPD). Kedudukan perempuan dalam pemilu 2014 diatur pada UU. No.8 tahun 2012 yaitu parpol dapat menjadi peserta pemilu setelah memenuhi persyaratan : (d) meyertakan sekurang-kurangnya 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan pada kepengurusan partai politik tingkat pusat. Selain itu dalam hal proses pendaftaran caleg, dalam pasal 55 menyebutkan daftar bakal calon sebagaimana dimaksud dalam pasal 53 memuat paling sedikit 30% (tiga puluh perseratus) keterwakilan perempuan. Bila tidak ada kouta 30% maka bakal calon tersebut batal.Tantangan perempuan dalam pemilu 2014 ini diantaranya penetapan calon terpilih berdasarkan suara terbanyak, parpol ambang batas 3,5% untuk diikutkan dalam penetapan kursi DPR, DPRD Provinsi & DPRD Kab/Kota. (Dalam pasal 208 UU. No.8 Tahun 2012). Suksesnya pemilu ini tergantung pada partisipasi pemilih, terpilhnya pemimpin yang kredibel serta kemampuan mengelola managemen konflik.
            Selanjutnya pada materi kedua mengangkat judul “Golput dan Partispasi Masyarakat di Pemilu 2014 yang disampaikan oleh Bp Hamdan (Anggota KPU Kabupaten Sleman). Dalam materi ini lebih memfokuskan sebab-sebab penurunan parisipasi pemilih. Mengutip Tulisan dari Sigit Pamungkas, kategori Golput antara lain :
  1. Golput sebagai fenomena teologis yang memandang keikutsertaan dalam pemilu merupakan dosa. (Pandangan Agama yang menyebutkan bahwa pemilu itu haram).
  2. Fenomena protes (ekspresi protes warganegara terhadap parpol dan politisi yang tak kunjung menberi manfaat ( Salah satu implementasi masyarakat).
  3. Bentuk perlawanan terhadap sistem politik yang mengekang hak politik warga.
  4. Sebagai bentuk kepercayaan terhadap sistem yang sedang bekerja (dinegara mapan demokrasi, golput meningkat ketika parpol, politisi dan pemerintah sudah sesuai jalur).
  5. Fenomena mal administrasi (tidak terdaftar dalam DPT , tidak mendapat undangan,dll).
  6. Fenomena Teknis Individual (mementingkan kepentingan pribadi daripada menggunakan hak pilih). Contohnya saja: mending tidur atau berwisata daripada pemilu (pandangan masyarakat)
  7. Ekspresi kejenuhan mengikuti pemilu.
Diharapkan masyarakat tidak golput dikarenakan menggunakan hak pilih dalam Pemilu merupakan mekanisme prosedural untuk melakukan perubahan. Selain itu, golput tidak member arti apapun bagi sistem politik dan demokrasi.
Selain itu juga perlu adanya langkah untuk mengantisipasi Golput diantaranya :
  1. Sosialisasi massif kepada masyarakat mengenai arti penting pemilu bagi kehidupan demokrasi.
  2. Penyelenggaraan Pemilu memastikan bahwa semua warga negara yang memenuhi syarat telah terdaftar sebagai pemilih.
  3. Menghimbau kepada seluruh tokoh/panutan masyarakat agar mengajak masyarakat/konstituen/umat untuk menggunakan hak pilihnya.

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/07/01/semiloka-oleh-komisi-pemilihan-umum-kabupaten-sleman/

Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY

Senin, 24 Juni 2013

Tryout SBMPTN

Tryout SBMPTN
UNY (02/06) – Untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit merupakan dambaan setiap siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya lebih tinggi setelah berpredikat lulus sebagai Sekolah Menengah Atas atau Kejuruan dan sederajat. Pada tahun 2013 ini, pemerintah membuat aturan baru mengenai seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yaitu dapat melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) undangan, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau dikenal dengan istilah SBMPTN.
Dalam rangka mempersiapkan diri bagi siswa-siswi agar lebih siap dan mantap dalam menghadapi SBMPTN dan lebih jauh mengenal profil Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) serta sebagai sarana pencitraan UNY, maka Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (BEM KM UNY) 2013 dari program kerja Departemen Pelayanan Publik (Pelpu) mengadakan Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY. Try out ini diadakan bagi siswa-siswi yang telah lulus dari SMA/SMK dan sederajat di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 743 orang, yang terdiri dari kelas sains dan teknologi (IPA) & sosial dan hukum (IPS).
Pelaksanaan Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY dilaksanakan pada hari Minggu, 02 Juni 2013 yang bertempat di gedung Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY. Pendaftaran yang dimulai dari tanggal 2-30 Mei 2013 ini mengundang banyak antusiasme dari para siswa-siswi yang telah lulus SMA/SMK dan sederajat. Terbukti banyak sekali dari mereka yang ingin mendaftar try out ini, sehingga melebihi kuota yang ada serta prosentase yang mendaftar dari luar Pulau Jawa sebanyak 10%, ujar Latifa Dinar selaku ketua pelaksana Try Out SBMPTN 2013 dan One Day in UNY.
Try Out SBMPTN 2013 dimulai pukul 08.30 hingga 10.30 WIB. Lalu dilanjutkan pengenalan lebih dekat dengan kampus UNY yang disambut hangat oleh Dr.Sumaryanto, M.Kes., selaku Wakil Rektor III. Serta Wahyudi Iman Satria, selaku ketua BEM KM UNY memberikan petuah bagi para calon mahasiswa untuk tetap optimis sesuai dengan jargonnya, “bongkar, coblos, lulus”.
Acara One Day in UNY yang bertempat di Hall Tenis Indoor Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY juga diisi dengan pengenalan dari 7 fakultas yaitu FIP, FBS, FMIPA, FIS, FT, FE, dan FIK yang diwakili oleh perwakilan ketua BEM Fakultas masing-masing. Dilanjutkan dengan penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rekayasa Teknologi dengan ‘robotnya’ serta UKM Pencak Silat dengan ‘jurus silatnya’. Acara ini ditutup dengan pengumuman hasil Try Out SBMPTN 2013 dan pemberian kenang-kenangan bagi peserta yang meraih peringkat 1-10 baik dari jurusan IPA maupun IPS dan pada pukul 13.45 acara ini berakhir.
_Nur Hidayah Fitria Rahmawati /Biologi 2011

sumber :  http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/24/try-out-sbmptn-2013-dan-one-day-in-uny/

PEMBENTUKAN KETAHANAN NEGARA MELALUI KETAHANAN KELUARGA

Senin, 17 Juni 2013

http://akujugaanakbangsa2.blogspot.com/
Ibu Masnah Sari

Memasuki abad 21 ini negara Indonesia menghadapi suatu tantangan baru. Bangsa Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk tantangan dari luar negeri maupun dari dalam negeri itu sendiri. Tantangan dari luar negeri sangat nyata di depan mata adalah adanya globalisasi dan percaturan global yang semakin pelik, sedangkan tentangan dari dalam negeri adalah adanya ancaman ketahanan negara yang mulai terongrong, mulai dari segi pendidikan, kesehatan, kemandirian, bahkan kedaulatan negaranya.
Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) yang diwakili oleh Institut Teknologi Surabaya (BEM ITS), Universitas Negeri Sebelas Maret (BEM UNS), Universitas jenderal Sudirman (BEM Unsoed), Universitas Negeri lampung (BEM Unila), Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ), dan Universitas Negeri Yogyakarta (BEM KM UNY) beberapa waktu lalu berkesempatan melakukan silaturahmi ke salah satu tokoh perempuan nasional yaitu ibu Masnah Sari, Ketua bidang perempuan dan perlindungan anak Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).
Sambutan yang sangat hangat sangat terasa ketika mahasiswi datang bersilaturahmi. Bertempat di Komplek gudang peluru Jln G 167 Tebet Jakarta yang merupakan rumah sekaligus kantor ibu Masnah banyak cerita tentang perempuan dan anak karena berbicara mengenai Perempuan tidak terlepas dengan anak. Perempuan dan pembangunan bangsa, sangat menarik untuk diperbincangkan. Apalgi edepan, bonus demografi untu penduduk perempuan Indonesia sangat banyak. Akan sangat disayangkan jika kemudian kita tak berbuat apa-apa untuk mempersiapkan diri dan perempuan-perempuan pada umumnya.
“Indonesia diibaratkan sebagai gadis molek yang cantik molek, diperut bumi ada macam-macam. Ada minyak, ada emas, ada timah, ada batu bara, segala macam ada disini. Dan diperutnya indonesia yang ini tidak ditemukan di negara-negara tetangga. Itu hanya Indonesia yang punya. Sudah cantik alamnya bagus tidak pernah musim yang jelek, perutnya kaya raya.. Menjadi incaran negara-negara besar seperti Amerika, Eropa, Yahudi, dan negara-negara besar lainnya.” tutur Ibu masnah mengawali perbincangan bersama mahasiswi yang tergabung dalam forum perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia.
Mantan ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ini kemudian melanjutkan, “Bagaimana menguasainya? Cara yang lebih mudah adalah melalui generasi mudanya. Dibunuhlah generasi-generasi mudanya. Berbagai mainan anak kemudian diberikan racun (pewarna dan bahan pembuatnya), berbagai jajanan mengandung bahan-bahan yang kurang sehat, bahan pengawet, dan sebagainya, teknologi yang berkembang demikian pesat dan mudahnya diakses oleh anak-anak. Inilah yang perlu kita pikirkan! Anak yang harus diselamatkan. Apa gunanya Failitas dibangun dengan sangat maju, tapi ketika generasinya selanjutnya mati, tidak akan ada yang melanjutkan. “Bukan insfrastrukturnya dulu yang dibangun, anaknya dulu yang dibangun.“
Perempuan dalam hal ini mempunyai peran yang penting terhadap generasi akan datang. Dimulai dari keluarga terlebih dahulu, dimana ia harus bisa membangun ketahanan baik ekonomi maupun sosial dalam intern keluarga itu sendiri maka akan tercipta pula ketahanan dalam masyarakat. Ketika dalam masyarakat sudah mempunyai ketahanan yang kuat maka dalam sebuah negara akan terbangun pula ketahanan yang kuat.
Ni’mal Kariemah
Kastrat BEM KM UNY 2013

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/17/pembentukan-ketahanan-negara-melalui-ketahanan-keluarga/

Diklat Pembinaan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan HIV/AIDS Bagi Senat/BEM Se-DIY Tahun 2013

Pada hakekatnya, narkoba memiliki dua dampak yaitu positif dan negatif. Positifnya adalah untuk kepentingan medis. Sedangkan sisi negatifnya adalah untuk kepentingan bisnis illegal oleh mafia yang tidak bertanggungjawab. Menghancurkan hidup manusia dan menjadi musuh bersama manusia di muka bumi.
          Narkoba adalah zat yang apabila digunakan sesuai dengan fungsinya yaitu untuk kepentingan medis dan kepentingan ilmiah akan memberikan manfaat kepada umat manusia. Namun demikian, dalam perkembangannya narkoba menjadi barang yang berbahaya karena telah diedarkan secara gelap dan disalahgunakan untuk kepentingan di luar medis serta berdampak terhadap gangguan kesehatan. Penyalahgunaan narkoba juga sangat membahayakan kesehatan dan bahkan mengancam keselamatan jiwa manusia. Tidak hanya itu, bahkan dapat membuat hancur dan matinya karakter bangsa.
          Masalah narkoba di Indonesia merupakan masalah multidimensi dan multisektoral sehingga untuk mengatasinya diperlukan kerja sama dengan seluruh stakeholder yang terkait, baik pemerintah maupun masyarakat. Badan Narkotika Nasional yang diberikan kewenangan untuk melakukan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) tidak dapat bekerja sendiri, akan tetapi harus melibatkan berbagai elemen masyarakat. Badan Narkotika Nasional membutuhkan dukungan dari banyak pihak untuk terus memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.
          Penyalahhgunaan narkoba di Indonesia tidak mengenal tempat dan waktu, seperti halnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebagai salah satu kota tujuan wisatawan di Indonesia ternyata DIY cukup menjadi endemik yang mudah dimanfaatkan untuk peredaran narkoba oleh mafia narkoba tidak bertanggungjawab. Terbukti telah banyak kasus penyalahgunaan narkoba yang terungkap di Yogyakarta, baik sebagai pengedar maupun pengguna narkoba. Dua minggu yang lalu, data dari Lapas Narkoba Kelas II A, Sleman, Yogyakarta, menunjukkan kurang lebih ada 370  penghuni tahanan kasus narkoba. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa Yogyakarta rawan dengan penyalahgunaan narkoba. Dengan demikian, maka sangat tepat jika Disdikpora Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja dengan BNNP Yogyakarta terus memiliki komitmen untuk mensosialisasikan dan melakukan pembinaan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba, salah satunya melalui Senat/BEM Se-DIY.
          Bertempat di Hotel Universitas Negeri Yogyakarta, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Yogyakarta mengadakakan “Diklat Pembinaan Pencegahan Narkoba dan HIV/AIDS bagi Senat/BEM Se-Daerah Istimewa Yogyakarta”. Diklat ini bertujuan  untuk mensosialisasikan dan mennyadarkan kembali kepada generasi muda, khususnya mahasiswa untuk turut peduli dengan generasi masa depan dan menyelamatkan bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS.
          Diklat yang berlangsung pada tanggal 28-31 Mei 2013 ini merupakan komitmen dari Disdikpora untuk rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan sasaran adalah generasi muda/mahasiswa. Menurut keterangan panitia, bahwa agenda ini sudah merupakan angkatan ke V yang kemudian disebutnya Kader Anti Narkoba tahun 2013 di wilayah Yogyakarta. Dalam rangkaian agenda diklat tidak hanya dilaksanakan oleh pihak Disdikpora, akan tetapi Disdikpora bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY), Rumah Sakit Grhasia, Lapas Kelas II A Yogyakarta (Lapas Narkoba), Komisi Penaggulangan AIDS (KPA), dan juga dari Gerakan Anti Narkoba Yogyakarta (GRANAT).
          Kurang lebih 90 peserta dari perwakilan berbagai kampus Se-Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti rangkaian diklat dengan serius. Pada hari pertama, mahasiswa mendapatkan materi kelembagaan dan kebijakan P4GN di DIY oleh Bapak Aryanto Hendro Suprantoro selaku Kasubag Perencanaan BNNP DIY. Dalam paparannya beliau memperkenalkan secara singkat terkait awal berdirinya BNNP DIY, struktur serta tugas dan fungsinya kepada mahasiswa. Akan tetapi secara umum beliau juga menyampaikan tentang berbagai data penyalahgunaan narkoba, baik di DIY maupun di Indonesia. Bapak Aryanto menyatakan bahwa pengguna penyalahgunaan narkoba paling banyak terjadi di kalangan mahasiswa, sehingga dalam pesannya beliau menyampaikan agar kita siap siaga meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan narkoba. Dalam akhir paparan, beliau juga memberikan gambaran transaksi peredaran narkoba yang marak terjadi di masyarakat, bahwa ternyata narkoba dapat diedarkan dengan berbagai cara dan media apapun. Contoh dari berbagai kasus yang terungkap, diketahui bahwa diantaranya barang-barang terlarang tersebut dimasukkan dalam sepatu, diselipkan dalam buku, ditempel dalam tubuh, dalam pakaian dalam, dan sebagainya. Artinya narkoba akan sangat mungkin diselundupkan dalam berbagai bentuk kemasan, agar tidak mudah diketahui dan dikenali oleh orang-orang di sekitar. Oleh karena itu, BNNP menghimbau kepada mahasiswa agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran barang haram ini, yang kita tidak pernah tahu keberadaannya.
          Mencermati data yang disampaikan Bapak Aryanto, bahwa penyalahgunaan narkoba di Yogyakarta selalu meningkat setiap tahunnya. Data penyalahgunaan narkoba di Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2004 yaitu 57.483 jiwa, tahun 2008 yaitu 68.980 jiwa dan tahun 2011 mencapai 69.700 jiwa. Bahkan dalam data tersebut disampaikan, Daerah Istimewa Yogyakarta masuk prevalensi pengguna narkoba urutan lima besar di Indonesia, yaitu 69.700 jiwa atau 2,8 % di tahun 2011 (Hasil Penelitian Puslitkes UI dan BNN tahun 2011). Badan Narkotika Nasional DIY dalam proyeksinya di tahun 2011-2015 juga menghitung dengan berdasarkan rata-rata kenaikan 0,12 per tahun dari hasil penelitian 2008 dan 2011, maka diprediksikan pada tahun 2015 penyalahgunaaan narkoba di DIY mencapai 109.675 atau sekitar 3,37 % jiwa. Dan BNNP sangat mengkhawatirkan, karena penyalahgunaan narkoba di DIY mayoritas adalah generasi muda, pelajar dan mahasiswa. Dari data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang sangat rawan dengan penyalahgunaaan narkoba.
          Diklat hari kedua tidak berupa materi, Disdikpora mengajak mahasiswa menuju Rumah Sakit Grhasia di Sleman, dimana di rumah sakit tersebut terdapat beberapa pasien yang pernah menjadi pecandu dan pengguna narkoba yang telah direhabilitasi. Peserta diklat juga diberikan kesempatan untuk dapat melihat aktifitas pasien yang sedang direhabilitasi, hanya saja tentunya peserta dibatasi dalam berinteraksi karena dikhawatirkan akan mengganggu aktifitas maupun kejiwaan dari pasien. Selanjutnya dihari yang sama, peserta diklat juga diajak untuk berkunjunga ke Lapas kelas II A, dimana lapas tersebut khusus sebagai tahanan tersangka dalam kasus narkoba, baik pengguna maupun pengedar. Selama kurang lebih 30 menit, peserta diklat diberikan kesempatan dari pihak lapas untuk melihat para tahanan kasus narkoba. Di dalam lapas ternyata tidak seperti yang kita bayangkan, bahwa mereka hanya beraktifitas di dalam ruangan tahanan dan tidak beraktifitas apa-apa akan tetapi tahanan juga diberikan kesempatan untuk berkreasi dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Seperti kegiatan yang dapat peserta lihat di lapas IIA Yogyakarta antara lain, ada salon/tempat cukur, kerajinan membuat spring bed, studio music dan sebagainya.
          Rangkaian outbound dilaksanakan pada hari ketiga bekerja sama dengan TNI AU Adisucipto Yogyakarta. Outbound ini bertujuan untuk melatih kesehatan fisik dan mental peserta diklat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan, serta membangun jiwa kebersamaan dan kepedulian antarsesama. Memasuki hari terakhir rangkaian diklat, peserta mendapat dua materi yang juga tidak kalah penting yaitu tentang pencegahan HIV/AIDS dari KPA dan suplemen dari Gerakan Anti Narkoba (GRANAT) Yogyakarta. Pihak KPA mengajak kepada peserta diklat agar berhati-hati dalam bergaul dan berusaha memproteksi diri dari hal-hal pengaruh negatif, seperti seks bebas, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan lain-lain.
          Sebelum rangkaian diklat ditutup, Alex Dwi Kurnia, delegasi BEM KM UNY meminta waktu dengan Disdikpora untuk berbicara. Dalam kesempatannya, Alex mengajak kepada seluruh peserta diklat untuk berkomitmen “Deklarasi Gerakan Anti Narkoba bersama Senat/BEM Se-Daerah Istimewa Yogyakarta”. Di atas spanduk, Alex mengajak mahasiswa untuk tanda tangan dan menuliskan pesan moral mengenai dukungan positif untuk berkomitmen tidak memakai atau mengedarkan narkoba. Alex tidak memaksa kepada peserta untuk menuliskan komitmen memerangi narkoba, tetapi hanya menyadarkan kepada diri sendiri untuk peduli dengan generasi masa depan bangsa dan minimal peduli dengan diri sendiri. Dengan adanya kesepakatan deklarasi tersebut, diharapkan peserta diklat untuk benar-benar komitmen dan sungguh-sungguh untuk terus memerangi narkoba dan mengajak kepada orang-orang di sekitar untuk tidak coba-coba menyalahgunakan  narkoba. Perlu diketahui juga, bahwa BEM KM UNY tahun 2013 berkomitment untuk terus memerangi penyalahgunaan narkoba dengan sebuah gerakan baru di UNY yaitu “Gerakan UNY Bersih: Bersih dari Rokok dan Narkoba”. Mengapa rokok? Karena rokok adalah awal atau pintu gerbang yang sangat mudah untuk dekat-dekat dengan narkoba, ungkap Alex. Alex juga menambahkan bahwa “Deklarasi Gerakan Anti Narkoba Senat/BEM Se-DIY” ini akan ditindaklanjuti dalam aksi menyadarkan masyarakat tentang bahaya narkoba dan memerangi penyalahgunaan narkoba pada tanggal 26 Juni 2013, yaitu saat momentum Hari Anti Narkoba Internasional bersama Senat/BEM Se-DIY dan direncanakan akan bekerjasama dengan GRANAT DIY.
            Dalam kesan-pesannya mengenai diklat selama empat hari, Alex mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada pihak Disdikpora yang telah memfasilitasi kegiatan positif ini. Mahasiswa sangat support terhadap Disdikpora untuk terus melanjutkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan positif bagi masyarakat, terutama untuk pemuda dan generasi penerus bangsa. Harapan besarnya bahwa setelah ini akan semakin banyak kader-kader anti narkoba dan lahir pemuda-pemudi  yang peduli dengan masa depan bangsa, khususnya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Mari Mengistimewakan Yogyakarta, dan Mengistimewakan Indonesia tanpa Narkoba! (th_a).

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/17/diklat-pembinaan-pencegahan-penyalahgunaan-narkoba-dan-hivaids-bagi-senatbem-se-diy-tahun-2013/

BEM KM UMY Kunjungan Kerja ke BEM KM UNY

Kunjungan BEM KM UNY
BEM KM UNY terus berbenah di tahun 2013, terutama dalam membangun jaringan. Di tahun kedua ini, BEM KM UNY mencoba untuk terus memperkuat jaringan dengan berbagai pihak, baik dengan internal civitas akademika kampus maupun dengan organisasi dan lembaga di luar UNY. Tidak dapat dipungkiri bahwa eksistensi organisasi tidak dapat lepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, BEM KM UNY membuka diri untuk bekerjasama dan berjejaring dengan semua pihak, selama tidak bertentangan dengan fungsi dan tujuan organisasi tingkat universitas ini.
            Rabu (12/6/2013), BEM KM UNY kembali menerima kunjungan dari pengurus BEM Universitas Muhamadiyah Yogyakarta. Kunjungan yang dipersiapkan  Kementerian Luar Negeri BEM KM UMY ini disambut dengan baik oleh pengurus BEM KM UNY. Kurang lebih 25 mahasiswa pengurus BEM KM UMY berkunjung dan berdiskusi bersama dengan pengurus BEM KM UNY. Hasil kunjungan ini diharapkan mampu menjadi pembelajaran dan semakin menggairahkan pergerakan perjalanan BEM KM UMY yang baru berjalan sekitar 5 bulan. Dalam perjalanannya, BEM KM UMY merasa masih tertatih dan butuh banyak sharing dari pengurus BEM KM UNY untuk memberikan masukan dan membangun kerjasama yang lebih baik ke depan, ungkap Lukman, Presiden BEM KM UMY.
            Sesuai dengan kesepakatan bahwa kunjungan berlangsung selama dua jam. Pertemuan diawali dengan sambutan dari BEM KM UNY yang diwakili oleh Ketua BEM, saudara Wahyudi Iman Satria dan dilanjutkan dengan ucapan terimakasih dari Presiden BEM KM UMY, saudara Lukman. Untuk memberikan gambaran menuju diskusi, Ketua BEM KM UNY dan Presiden BEM KM UMY memberikan penjelasan dan pemaparan secara singkat mengenai kondisi dari masing-masing organisasi, baik secara struktur maupun fungsi dan kinerjanya. Setelah selesai pemaparan kemudian dilanjutkan dengan cluster meeting dari tiap-tiap departemen yang telah ditentukan. Dengan cara cluster meeting, diharapkan pengurus BEM dapat saling bertukar pikiran, berdiskusi mendalam, share pengalaman dan berbagi ide mengenai tugas dan fungsi maupun kerja-kerja yang dilakukan oleh masing-masing departemen/kementerian. Bahkan tidak menutup kemungkinan, kedua organisasi tersebut dapat saling bersinergi dan bekerjasama melalui program kerja maupun kegiatan di masing-masing kampus, ujar Sulaiman. (@dk)

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/17/bem-km-umy-kunjungan-kerja-ke-bem-km-uny/

Draft Rilis Pernyataan Sikap Menolak Kenaikan BBM – BEM SI

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Mahasiswa
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Mahasiswa
Yogyakarta, 16 Juni 2013. Indonesia kembali dihadapkan pada permasalahan subsidi BBM yang akan segera dikurangi, atau bahkan dicabut untuk menyesuaikan permasalahan fiskal dan ekonomi makro negara ini. Pemerintah berdalih bahwa Indonesia adalah negara pengimpor minyak mentah untuk kebutuhan konsumsi dalam negeri. Lifting minyak Indonesia adalah 840.000 barrel/hari (Kementrian ESDM, 13/5/2013), sedangkan kebutuhan dalam negeri Indonesia diperkirakan 1.400.000 barrel/hari. Kondisi ini yang membuat APBN bisa jebol karena subsidi BBM yang masih disubsidi.
Sedangkan fakta di lapangan, Pertamina hanya menguasai ladang minyak untuk eksplorasi sebanyak 20% dari seluruh ladang minyak di Indonesia. 80% dikuasai oleh asing. Sehingga Indonesia harus mengimpor minyak dengan harga yang mengikuti harga BBM internasional.
Pertanyaan lebih lanjut adalah apa penyebab dan dampak dari kebijakan dikuranginya dan bahkan dicabutnya subsidi BBM di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu ada analisa persepktif sejarah industri hulu dan hilir, serta logika yang memberi orientasi kebijakan tersebut.
Agenda ekonomi pasar neoliberal sebagaimana tercantum dalam paradigma Letter of Intents (LoI) antara Indonesia dan IMF (International Monetary Found) yang ditandatangi 20 Januari 2000 adalah reformasi strukural dengan cara berikut:
  1. Penyelenggaraan anggaran ketat dan penghapusan subsidi
  2. Liberalisasi sektor kuangan
  3. Liberalisasi sektor perdagangan
  4. Pelaksanaan privatisasi BUMN
Hal tersebut sejalan dengan pendekatan neo-institusionalisme (Umar, 2012) yang mengisyaratkan penggunaan paradigma neoliberal dalam pengelolaan negara (Hadiz, 2004). Gill (2000) mengistilahkanya dengan “constitutionalism of disciplinary neoliberalism”, dengan bertumpu pada reformasi struktural pasca krisis, terutama Indonesia pasca oil boom tahun 1980-an (Chaniago, 2013), untuk negara-negara berkembang. Pendekatan ini mengaplikasikan perangkat legal-struktural negara untuk memastikan pasar berjalan secara efektif, yaitu dengan UU Migas. Pada hakikatnya, negara memberikan kepada individu untuk menyelenggarakan perekonomian yang berbasis pada mekanisme pasar.
Pada hakikatnya, semua regulasi dan logika kebijakan yang mengatur soal energi, dan juga soal sektor lainya adalah bagian dari paradigma berpikir Washigton Consensus (Williamson, 2004), yaitu disiplin anggaran pemerintah dan liberalisasi sektor Migas di Indonesia.
Sejarah sudah membuktikan dengan liberalisasi sektor hulu Migas, dimana Pertamina hanya menguasai 20% ladang minyak di Indonsia. Dan saat ini sedang berusaha untuk implementasi liberalisasi  sektor hilir Migas dengan persaingan harga yang kompetitif antara Pertamina dan perusahaan swasta asing di ranah tersebut.
Pertanyaan lebih lanjut adalah siapa yang diuntungkan? Pastinya bukan rakyat. Mengapa hal tersebut bisa saya katakan, karena logika dan implementasi kebijakan tersebut inkonstitusional. UUD 1945 pasal 33, ayat 3 yang mengamanatkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Apabila amanat konstitusi ini ditegakkan pasti rakyat keseluruhan akan diuntungkan, bukan menghasilkan keuntungan parsial para pemilik modal.
Kenaikan harga BBM  yang dipicu dikuranginya subsidi dinilai hanya menjadi alasan untuk memudahkan kepentingan asing menguasai cabang produksi yang menguasai hidup rakyat kebanyakan, yaitu minyak dan gas bumi Indoneisa. Kami ingin agar subdisi tetap ada dilaksanakan untuk tetap menjaga keselamatan ide demokrasi ekonomi dan ekonomi kerakyatan sesuai amanat pasal 33 UUD 1945. Kami, BEM Seluruh Indonesia, dengan ini menolak dengan tegas kenaikan harga BBM karena kami menilai hanya menjadi alasan untuk memudahkan kepentingan asing menguasai cabang produksi yang menguasai hidup rakyat kebanyakan, yaitu minyak dan gas bumi seperti yang diamanatkan Letter of Intents (LoI) antara Indonesia dan IMF (International Monetary Found). Selain itu, alasan kami jelas mengapa kami harus menolak kebijakan pengurangan subdisi BBM karena:
  1. Pemerintah meminggirkan ide Demokrasi Ekonomi dan Ekonomi Kerakyatan yang telah diatur dalam pasal 33 UUD 1945 tentang perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial
  2. Pemerintah lebih memikirkan kaum pemodal, pemodal asing dan kalangan atas masyarakat dalam kebijakan harga BBM dan semua paradigma yang melandasinya
  3. Pemerintah gagal melakukan diversifikasi energi bahkan tidak menunjukan keberpihakan pada pengembangan energi alternatif untuk mengganti semua energi fosil yang akan segera habis
  4. Pemerintah tidak memiliki keinginan serius untuk membangun infrastruktur transportasi publik yang berkualitas dibutuhkan rakyat banyak untuk menekan kendaraan bermotor, bukan dengan cara membebani rakyatnya sendiri dengan mengurangi subsidi BBM.
  5. Pemerintah gagal menekan tingginya konsumsi BBM yang terjadi pada masyarakat.
  6. Pemerintah gagal membangun transparansi terkait biaya produksi premium dan mengilangkan permainan kartel BBM
  7. Terkait dengan penyelamatan APBN, pemerintah gagal membangun prioritas pemangkasan karena yang harus dipangkas adalah beban bunga obligasi BLBI, biaya birokrasi/pejabat, dan praktek korupsi
  8. Pemerintah justru gagal memberantas korupsi yang telah merampok APBN
  9. Bahwa upaya pemerintah menaikan harga BBM tidak lepas dari upaya liberalisasi BBM di sektor hilir
  10. Kebijakan kenaikan BBM untuk sebagian masyarakat berarti pemerintah telah dengan sengaja membangun pertentangan dan konflik horizontal di tengah masyarakat yang berakibat adanya potensi disintegrasi sosial.
Mahasiswa bergerak untuk membela rakyat kebanyakan, rakyat kecil yang tertindas (mustadh’afin), bukan untuk membela dan berada di barisan kaum elit, swasta asing, dan koruptor. Oleh karena itu, kami akan bergerak untuk menolak kebijakan pengurangan subdisi BBM yang hanya merugikan bagi mereka yang kecil dan tertindas di Indonesia. Hidup mahasiswa Indonesia! Hidup rakyat Indonesia!
Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/17/draft-rilis-pernyataan-sikap-menolak-kenaikan-bbm-bem-si/

STIE Bank BPD Jateng Silaturahim ke BEM KM UNY

Selasa, 11 Juni 2013

Badan Eksekutif Mahasiswa KM UNY menerima kunjungan dari Badan Eksekutif Mahasiswa STIE Bank BPD Jateng. Kunjungan bertempat di ruang Sekretariat BEM KM UNY (Jumat, 24/5/2013). Kedatangan BEM STIE Bank BPD Jateng bertujuan untuk silaturahim dan belajar mengenai organisasi mahasiswa di UNY, khususnya organisasi BEM KM UNY.
BEM KM UNY menyambut baik kedatangan 14 mahasiswa pengurus BEM STIE Bank BPD Jateng dengan niat untuk belajar bersama. Setiap kampus pasti memiliki dinamika organisasi masing-masing, begitu juga dengan BEM STIE yang berbeda dengan BEM KM UNY. Akan tetapi pada dasarnya BEM di tingkat Universitas memiliki tugas yang hampir sama, yaitu antara lain melayani mahasiswa dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Oleh karena itu, entitas BEM di tingkat universitas menjadi penting dan memiliki peran yang signifikan.
Beberapa point penting yang dibahas dalam kunjungan tersebut antara lain:
  1. Sharing terkait sistem kerja departemen BEM KM UNY.
  2. Tugas dan fungsi masing-masing departemen BEM KM UNY.
  3. Sharing program kerja BEM KM UNY.
  4. Sistem operasional prosedur (SOP) dan sistem pengendalian intern pada BEM KM UNY.
  5. Sharing kegiatan administrasi terkait kesekretariatan dan kebendaharaan di BEM KM UNY, dan
  6. Sistem koordinasi internal pengurus dan mekanisme kerja organisasi.
            Pemaparan singkat secara umum tentang BEM KM UNY disampaikan oleh wakil ketua BEM, Ahmad Thoriq H. Salah satu inti yang disampaikan Thoriq, bahwa kedatangan BEM STIE menjadi referensi penting untuk kita saling belajar, share dan diskusi terkait jalannya organisasi dan kondisi kampus. Artinya kedua organisasi ini memiliki peran penting masing-masing di setiap kampusnya sesuai kreatifitas dari masing-masing pengurus BEM untuk mengelola dan mengoptimalkan kinerja BEM sesuai dengan fungsinya.
            BEM KM mengucapkan terimakasih atas kesediaan pengurus BEM STIE Bank BPD Jateng yang telah berkunjung dan sama-sama belajar dengan BEM KM UNY. Semoga komunikasi akan terus berlanjut dan hasil dari diskusi dapat ditindaklanjuti serta memberikan kebermanfaatan, baik bagi BEM KM UNY maupun BEM STIE Bank BPD Jateng. (@dk)

sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/11/stie-bank-bpd-jateng-silaturahim-ke-bem-km-uny/

BEM KM UNY Mendapat Kunjungan Senat Pekerti TNI AU Angkatan ke-7

Selasa, 28/5/2013, BEM KM UNY menerima kunjungan dari Senat Pekerti TNI AU Angkatan 7. Kunjungan bertempat di Lantai 3, Gedung Lembaga Penelitian dan Pengembangan Mutu Pendidikan.(LPPMP), Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AU Yogyakarta, mengajak akademisi, dan pemuda, khususnya mahasiswa untuk turut berperan menjaga ketahanan Negara.
Kedisiplinan dan jiwa nasionalisme yang ditunjukkan anggota Senat Pekerti TNI AU tentu menjadi cermin yang baik bagi kita. Setidaknya kita sebagai mahasiswa dapat belajar dari sikap disiplin dan semangat nasionalisme yang selalu menjadi ruh dalam setiap aktivitasnya. Salah satunya, lantunan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan sebagai pembuka acara, bertujuan untuk terus membangkitkan semangat kecintaan kita pada bangsa Indonesia.
“Konsepsi Kerjasama Sipil dan Militer dalam Rangka Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Udara”, merupakan tema kunjungan yang dipresentasikan oleh Senat Pekerti TNI AU, Yogyakarta. Dalam hal ini TNI AU bertujuan untuk mengajak dan  menyamakan konsepsi dengan mahasiswa di UNY akan pentingnya menjaga wilayah pertahanan udara. Ketua Senat Pekerti  TNI AU, Bapak Deni Rustandi merasa bahwa bentuk kerjasama TNI AU dengan akademisi dan cendekiawan belum optimal dilaksanakan, belum terciptanya trust building militer dengan civil society, serta belum optimalnya kerjasama dengan perguruan tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya sinergisitas ataupun bentuk kerjasama yang mungkin dapat dilakukan oleh TNI AU dengan BEM KM UNY.
Senat Pekerti menjelaskan bahwa kunjungan ini tidak hanya berfokus pada pertahanan udara saja, akan tetapi termasuk juga dalam menjaga pertahanan darat dan laut. Artinya mahasiswa atau masyarakat memiliki peran penting dalam pertahanan seluruh wilayah Negara Republik Indonesia. Beliau juga menuturkan bahwa masalah pertahanan Negara ini bukan hanya tugas TNI atau anggota militer, akan tetapi keutuhan Negara menjadi tanggungjawab bersama seluruh warga Negara Indonesia. Mencermati hal tersebut, salah satu point penting dalam diskusi disampaikan bahwa bangsa Indonesia harus terus menumbuhkembangkan mentalitas ketahanan bangsa. TNI AU berharap bahwa generasi muda jangan sampai melupakan perjuangan sejarah yang pernah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa.
Ketua BEM KM, Wahyudi Iman Satria dalam presentasinya menyampaikan bahwa sebagai kampus pendidikan, UNY sangat mengapresiasi atas terjalinnya diskusi dan kerjasama dengan TNI AU ini. Sehingga harapan ke depan, khususnya mahasiswa UNY dapat peka dan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga ataupun menyuarakan isu-isu nasionalisme dan pentingnya menjaga keutuhan NKRI, baik di lingkungan kampus maupun dengan lingkungan sekitar. Kita merespon baik atas kunjungan dari TNI AU ini, begitu juga TNI AU yang turut memberikan apresiasi atas kesedian dan antusias BEM KM UNY dalam berdiskusi dan saling memberikan saran maupun kritik yang membangun. Kedua pihak berharap, bahwa semoga ke depan akan terjadi kerjasama yang baik antara BEM KM UNY dan TNI AU. Harapan dari BEM KM, semoga hasil dari kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan atau program yang dapat menginspirasi dan menyadarkan mahasiswa di UNY akan pentingnya menjaga semangat nasionalisme. (@dk)

 sumber : http://bemkm.student.uny.ac.id/2013/06/11/bem-km-uny-mendapat-kunjungan-senat-pekerti-tni-au-angkatan-ke-7/

Lembaga Dakwah Kampus

Arsip Blog

 

© Copyright aktiviskampus 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.